Rabu, 20 Februari 2019

INILAH SAYA BAGI KELUARGA DAN KONTRIBUSI YANG TELAH, SEDANG SERTA AKAN SAYA BERIKAN UNTUK INDONESIA


This is Me
Oleh: Isfanz Ainu Zillah

Saya, seorang mahasiswi salah satu Universitas Negeri di daerah Jakarta Timur jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Nama panjang saya adalah Isfanz Ainu Zillah, agar akrab kalian bisa panggil saya Isfanz. Terdengar seperti nama anak laki-laki, tetapi saya adalah seorang perempuan. Anak kedua dari dua bersaudara. Tinggal bersama seorang ibu dan kakak perempuan. Ayah saya yang saya panggil dengan Babah sudah meninggal dunia sejak saya berumur 9 bulan. Tidak tahu wajah dan rasa kasih sayangnya pada saat usia itu. Ibu saya berjuang dari ayah saya meninggal dunia untuk membesarkan saya dan kakak saya seorang diri. Ya, begitu besar jasanya padaku.
Inilah saya, harus menjadi seseorang yang terus berbakti kepada keluarga saya terutama Ibu dan Kakak saya. Agar bisa menjadi seorang putri dan adik yang membanggakan, saya akan terus berusaha terutama dalam hal pendidikan yang sedang saya jalankan. Kakak saya seorang ahli gizi di salah satu puskesmas di daerah Jakarta Selatan. Dia yang membantu Ibu saya dalam membiayai perkuliahan saya dari awal hingga lulus nanti. Untuk saat ini, kontribusi yang telah saya berikan untuk keluarga saya adalah berusaha utnuk tidak terlalu membebani Ibu dan Kakak saya. Berusaha mengerti disegala keadaan, walaupun terkadang suka mengecewakan mereka. Saya sekarang sedang berusaha untuk menjadi anak yang lebih dewasa. Di usia yang akan menginjak 19 tahun, saya tidak boleh membuat ibu saya sedih dan menangis lagi. Saya akan menjadi seorang anak yang sukses yang tidak lupa kepada Allah SWT, Ibu saya, Kakak saya dan keluarga saya. Saya ingin dan akan menjadi seorang pekerja di Kementrian Pendidikan yang kelak akan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil. Itu merupakan salah satu pencapaian yang akan saya capai.
Bagi Indonesia, salah satu kontribusi terbesar saya adalah ikut serta dalam penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya pada saat itu. Saya menjadi Volunteer di bagian Crowd Management dalam event besar itu. Disana banyak sekali pegalaman yang saya dapatkan. Dari pengalaman itu, saya belajar bagaimana menjadi seorang warga negara yang ramah terhadap penonton bahkan atlet dari berbagai macam negara. Event tersebut juga meningkatkan kemampuan berbahasa inggris saya dan saya menjadi lebih berani untuk berbicara dengan orang asing. Dalam penyelenggaraan ini juga mengajarkan bahwa bekerja itu tidak mudah. Perlu keteguhanan, semangat dan perjuangan dalam melakukan pekerjaan.
Pada saat kontribusi saya di ASIAN GAMES ada satu hal yang sangat membekas dipikiran saya, yang membuat saya bangga menjadi Warga Negara Indonesia, yaitu perkataan dari orang asal India dan Jepang. Mereka megatakan bahwa mereka sangat menyukai orang Indonesia karena orang Indonesia sangat ramah dan murah senyum walaupun pada orang yang tidak dikenal. Dari perkataannya sangat membuat saya bangga, karena mungkin sikap ramah yang dimiliki Warga Indonesia tidak ditemukan di negara lainnya.
Berawal dari kontribusi saya sebagai Volunteer dalam Asian Games 2018, saya mulai sadar bahwa kontribusi generasi muda sangat diperlukan untuk negeri ini dan bagi saya itu dapat menambah pengalaman saya. Oleh karena itu, sekarang ini saya mencari banyak pengalaman dengan melamar berbagai pekerjaan sebagai Volunteer event. Selain itu, sekarang ini adalah tahun ke dua bagi saya untuk aktif dalam organisasi kemahasiwaan yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Econochannel Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Sekarang ini saya diamanahkan sebagai Kepala Sub Departemen Layout kabinet Confidence. Menjadi salah satu anggota organisasi mahasiswa juga merupakan hal yang menambah pengalaman saya, terutama pengalaman bekerja di dalam tim.
Saya selalu terpacu untuk berkontribusi dalam event-event yang ada. Terutama pada saat saya libur kuliah atau ada waktu senggang. Saya melamar banyak lowongan volunteer event yang cakupannya kecil maupun luas. Dibalik dari pengalaman yang saya dapat, saya juga akan mendapatkan upah. Saya merasa senang dan bangga jika bisa menghasilkan uang sendiri karena itu akan sangat meringankan beban Ibu an Kakak saya. Beasiswa BAZMA Pertamina ini juga merupakan salah satu harapan saya agar bisa meringankan beban mereka.

Tidak hanya hari ini atau esok, tetapi sebagai generasi muda saya akan terus berkontribusi untuk Indonesia. Sebagai mahasiswa jurusan pendidikan, kelak saya akan mendirikan Taman Pendidikan Al-Quran agar anak-anak Indonesia tidak hanya mendapatkan pendidikan formal tetapi juga memiliki akhlak dan aqidah yang baik karena Indonesia membutuhkan seseorang yang cerdas baik dalam pengetahuan umum maupun pengetahuan agamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar