This is Me
Oleh: Isfanz Ainu Zillah
Saya,
seorang mahasiswi salah satu Universitas Negeri di daerah Jakarta Timur jurusan
Pendidikan Administrasi Perkantoran. Nama panjang saya adalah Isfanz Ainu
Zillah, agar akrab kalian bisa panggil saya Isfanz. Terdengar seperti nama anak
laki-laki, tetapi saya adalah seorang perempuan. Anak kedua dari dua
bersaudara. Tinggal bersama seorang ibu dan kakak perempuan. Ayah saya yang
saya panggil dengan Babah sudah meninggal dunia sejak saya berumur 9 bulan.
Tidak tahu wajah dan rasa kasih sayangnya pada saat usia itu. Ibu saya berjuang
dari ayah saya meninggal dunia untuk membesarkan saya dan kakak saya seorang
diri. Ya, begitu besar jasanya padaku.
Inilah
saya, harus menjadi seseorang yang terus berbakti kepada keluarga saya terutama
Ibu dan Kakak saya. Agar bisa menjadi seorang putri dan adik yang membanggakan,
saya akan terus berusaha terutama dalam hal pendidikan yang sedang saya
jalankan. Kakak saya seorang ahli gizi di salah satu puskesmas di daerah
Jakarta Selatan. Dia yang membantu Ibu saya dalam membiayai perkuliahan saya
dari awal hingga lulus nanti. Untuk saat ini, kontribusi yang telah saya
berikan untuk keluarga saya adalah berusaha utnuk tidak terlalu membebani Ibu
dan Kakak saya. Berusaha mengerti disegala keadaan, walaupun terkadang suka
mengecewakan mereka. Saya sekarang sedang berusaha untuk menjadi anak yang
lebih dewasa. Di usia yang akan menginjak 19 tahun, saya tidak boleh membuat
ibu saya sedih dan menangis lagi. Saya akan menjadi seorang anak yang sukses
yang tidak lupa kepada Allah SWT, Ibu saya, Kakak saya dan keluarga saya. Saya
ingin dan akan menjadi seorang pekerja di Kementrian Pendidikan yang kelak akan
menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil. Itu merupakan salah satu pencapaian yang
akan saya capai.
Bagi
Indonesia, salah satu kontribusi terbesar saya adalah ikut serta dalam
penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya pada
saat itu. Saya menjadi Volunteer di
bagian Crowd Management dalam event besar itu. Disana banyak sekali
pegalaman yang saya dapatkan. Dari pengalaman itu, saya belajar bagaimana
menjadi seorang warga negara yang ramah terhadap penonton bahkan atlet dari
berbagai macam negara. Event tersebut
juga meningkatkan kemampuan berbahasa inggris saya dan saya menjadi lebih
berani untuk berbicara dengan orang asing. Dalam penyelenggaraan ini juga
mengajarkan bahwa bekerja itu tidak mudah. Perlu keteguhanan, semangat dan
perjuangan dalam melakukan pekerjaan.
Pada
saat kontribusi saya di ASIAN GAMES ada satu hal yang sangat membekas dipikiran
saya, yang membuat saya bangga menjadi Warga Negara Indonesia, yaitu perkataan
dari orang asal India dan Jepang. Mereka megatakan bahwa mereka sangat menyukai
orang Indonesia karena orang Indonesia sangat ramah dan murah senyum walaupun
pada orang yang tidak dikenal. Dari perkataannya sangat membuat saya bangga,
karena mungkin sikap ramah yang dimiliki Warga Indonesia tidak ditemukan di
negara lainnya.
Berawal
dari kontribusi saya sebagai Volunteer
dalam Asian Games 2018, saya mulai sadar bahwa kontribusi generasi muda sangat
diperlukan untuk negeri ini dan bagi saya itu dapat menambah pengalaman saya. Oleh
karena itu, sekarang ini saya mencari banyak pengalaman dengan melamar berbagai
pekerjaan sebagai Volunteer event.
Selain itu, sekarang ini adalah tahun ke dua bagi saya untuk aktif dalam
organisasi kemahasiwaan yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Econochannel Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Sekarang ini saya diamanahkan sebagai
Kepala Sub Departemen Layout kabinet Confidence.
Menjadi salah satu anggota organisasi mahasiswa juga merupakan hal yang
menambah pengalaman saya, terutama pengalaman bekerja di dalam tim.
Saya
selalu terpacu untuk berkontribusi dalam event-event
yang ada. Terutama pada saat saya libur kuliah atau ada waktu senggang. Saya
melamar banyak lowongan volunteer event yang cakupannya kecil maupun luas.
Dibalik dari pengalaman yang saya dapat, saya juga akan mendapatkan upah. Saya
merasa senang dan bangga jika bisa menghasilkan uang sendiri karena itu akan
sangat meringankan beban Ibu an Kakak saya. Beasiswa BAZMA Pertamina ini juga
merupakan salah satu harapan saya agar bisa meringankan beban mereka.
Tidak
hanya hari ini atau esok, tetapi sebagai generasi muda saya akan terus
berkontribusi untuk Indonesia. Sebagai mahasiswa jurusan pendidikan, kelak saya
akan mendirikan Taman Pendidikan Al-Quran agar anak-anak Indonesia tidak hanya
mendapatkan pendidikan formal tetapi juga memiliki akhlak dan aqidah yang baik
karena Indonesia membutuhkan seseorang yang cerdas baik dalam pengetahuan umum
maupun pengetahuan agamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar